Dark Side performed by Kelly Clarkson
" There's a place that I know
It's not pretty there and few have ever gone
If I show it to you now
Will it make you run away
Or will you stay
Even if it hurts
Even if I try to push you out
Will you return?
And remind me who I really am
Please remind me who I really am
Everybody's got a dark side
Do you love me?
Can you love mine?
Nobody's a picture perfect
But we're worth it
You know that we're worth it
Will you love me?
Even with my dark side?
Like a diamond
From black dust
It's hard to know
What can become
If you give up
So don't give up on me
Please remind me who I really am
Everybody's got a dark side
Do you love me?
Can you love mine?
Nobody's a picture perfect
But we're worth it
You know that we're worth it
Will you love me?
Even with my dark side?
Don't run away
Don't run away
Just tell me that you will stay
Promise me you will stay
Don't run away
Don't run away
Just promise me you will stay
Promise me you will stay
Will you love me?
Everybody's got a dark side
Do you love me?
Can you love mine?
Nobody's a picture perfect
But we're worth it
You know that we're worth it
Will you love me?
Even with my dark side?
Don't run away
Don't run away
Don't run away
Promise you'll stay "
...and everybody's got a dark side, will you love mine?
Come in with the Rain
Kamis, 06 September 2012
Senin, 03 September 2012
What I enjoy most when running: Wind.
Saya tidak
pernah menjadi orang yang dikategorikan jago olahraga. Dari kecil, sampai sebesar ini. Dan karena memang tidak dibiasakan
berolahraga dalam keluarga, jadilah saya amatiran yang ala kadarnya. Semasa sekolah, nilai pelajaran paling kecil
pasti ya olahraga itu tadi, atau kalau dulu namanya Penjaskes. Permainan dengan bola-basket, kasti, atau
apapun-pasti kalah. Senam lantai, cuma
dapat nilai penuh untuk memberi hormat di awal dan di akhir. Lempar lembing atau tolak peluru, cuma
bergerak beberapa meter saja dari kaki.
Renang, keburu panik kalau di dalam air tanpa pijakan. Lari, pasti urutan terakhir. Untungnya badan saya tergolong “mungil” jadi
semua orang pasti memaklumi kalau saya tidak mahir berolahraga.
But recently,
setelah saya lulus sekolah dan tidak diharuskan mengikuti pelajaran olahraga,
saya memilih lari pagi sebagai olahraga yang cukup saya nikmati. Walaupun sebenarnya lebih karena alasan
ekonomis dan kepepet. And what I enjoy
most when running: Wind. Merasakan belaian angin yang menerpa wajah
saat berlari itu sangat menyenangkan.
Mungkin seperti itu rasanya merasakan belaian tangan orang terkasih yang
menghapus airmata di pipi. Merasakan
kesejukan yang menenangkan. Lalu, saat
berlari, rasanya dunia pun ikut berlari dalam arah yang berlawanan, memberikan
pemandangan yang indah dan memacu untuk terus bergerak maju. Saat saya memperlambat langkah untuk
beristirahat, saya juga menikmati detak jantung yang bergerak lebih cepat dari
biasanya, dan terasa berdenyut sampai urat nadi. Merasakan kehidupan. Merasakan hidup.
Minggu, 12 Agustus 2012
(I Thought) God Must Hate Me
“Aku terserah persangkaan hamba-Ku.
Aku bersamanya (memberi rahmat dan
membelanya) bila dia menyebut nama-Ku.
Bila dia menyebut nama-Ku dalam
dirinya, aku menyebut namanya pada diri-Ku.
Bila dia menyebut nama-Ku
dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang
lebih banyak dari mereka.
Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan
melakukan amal shaleh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya
sehasta.
Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat
kepadanya sedepa.
Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa),
maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat (lari)”. (HR. Bukhari dan
Muslim, lafadz hadits ini dalam shahih Bukhari)
God must hate me. Saat saya merasa semua hal yang saya kerjakan sia-sia. Saat saya berpikir semua masalah datang silih berganti sampai rasanya habis seluruh tenaga untuk mengatasinya, dan tetap tidak berhasil. Saat saya mencurigai semua orang di sekitar saya dan merasa muak dengan dualisme kemunafikan mereka. Saat saya menghitung mereka yang saya sayangi beranjak pergi tanpa menoleh sedikit pun untuk mengucapkan selamat tinggal. Saat semesta terasa bersekongkol untuk membuat keadaan menjadi lebih dramatis dan melankolis. God must hate me, saya menuliskan kalimat itu di akun facebook pribadi saya. Dan saat komentar berdatangan, satu yang paling saya ingat adalah hadits di atas, dituliskan dengan sangat indah oleh sahabat saya, Syavira Alattas (yang juga pemilik blog www.catatanputripelangi.blogspot.com) dengan tambahan kalimat "...jadi jangan suudzhon sama Allah".
Seketika itu juga mata saya menjadi kabur oleh air mata. Dan saya terisak sendiri, merenungi setiap kata dalam hadits yang dicatatkannya. Saya pun tersadar, bukan Dia yang membenci saya, tapi saya lah yang berjalan menjauh dari kemurahan-Nya. Saya lah yang memilih jalan yang berliku dan menyalahkan semua hal selain diri saya sendiri.
Semua akan saya lakukan kini, bila harus saya berjalan merangkak dengan lutut berdarah-darah, saya akan selalu mengingat janji-Nya, dan percaya Dia akan menanti dan mengampuni saya, Insya Allah.
"... Karena Aku terserah persangkaan hamba Ku..."
PS: Dear Vira, i'm glad i have you as one of my best friends, maybe if you have smaller eyes we could be sisters (-.-)
Minggu, 05 Agustus 2012
Beng
Tebak-tebakan jayus antara saya dan Dince setelah mendengar
nama yang unik “Beng”.
Oya, baidevei Dince itu adik saya, nama asli kita samarkan
saja karena kalau suatu saat dia baca tulisan ini pasti bakal ke-ge-er-an sampe
ileran :D
Rina : “Kalo dia berdua jadi apaan Dince?”
Dince : “Ga tau..”
Rina : “Beng-Beng..”
Dince : “Ga nyambung..”
Rina : “Kalo dia miring jadi apaan Dince?”
Dince : “Apaan sih ga jelas banget..”
Rina : “Jadi Bengkok dooong,,hehehe..”
Dince : “Yeee.. “
Rina : “Kalo dia nongkrong di lampu merah jadi apaan
Dince?”
Dince : “Tauuu.. “
Rina : “Bengcong dong cyiiin… “
Dince : “Najoooongg…” :D
Rina : “Kalo dia ga punya mobil gimana Dince?”
Dince : “Bodo ah..”
Rina : “Salaah..jadinya neBeeeng doooong..ahahahaha…”
Dince : “Rina stress yak?” :D
Rina : “Trus kalo mobilnya ga bisa jalan gimana
Dince?”
Dince : “Tau ah capek dengerinnya..” (-.-‘)
Rina : “Aaah..payaaaah..gitu aja ga tauu..kalo
mobilnya ga jalan ya isi Bengsin dooong..gyahahaha..”
Padahal masih pengen ngelanjutin tapi keburu diomelin Ibu
gara-gara berisik, hihihihihi…
Oya, maaf ya yang namanya Beng, bukan maksud menghina kok..Cuma
nama kamu menginspirasi sekali.. maaf yaaaa…jangan tersinggung yaaa..Cuma bercanda
koooook.. Piiiissss.. v(^.^)v
Kamis, 19 Juli 2012
Aksi = - Reaksi
When you made an action, everybody
will react.
Just like the 3rd
Newton Principles, Action = -Reaction.
Every action will cause a reaction with an exact energy but in an
opposite direction. That’s why when we
act, we will get some reaction, and some of them will be in the opposite.
And when I made a decision,
people surround me gave reactions. Some
said that I’m stupid, some said that I’m selfish, some might said that I’m
brave, some doubt I’d survive, some other felt pity for me, and some part of
them (who knows me best) said that they understand and they support me.
I’m not stupid absolutely. I know myself better than any other does, and
when I think it’s enough, I will finish it.
And the other reasons will follow.
I have think about it over and over, I wrote down notes, and then I pray,
and when there’s no more solution, I will take it. I’m not little Miss Spoil and Selfish, I fully
realize that my life is not only about me, that’s why I can’t be selfish, and I
never feel sorry to have such destiny.
I’m not playing hero. I have no intention to be a hero. But I have to be brave. Brave enough to embrace whatever happen
next. Maybe some people will doubt I’d
survive, but they never know, neither do I.
So why they bothering about my future, when they already have theirs to
worry about. And please don’t feel pity,
I’m not that pitiful. I passed some
problems that maybe some other never dreams about. And I’m strong enough to stand with my head
held up high. Believe me.
Lucky me, I have such amazing
family and friends that never judge me. Because
they trust me. They know I’d never do
something without some good reasons. And
that’s all I need. Trust. And I can trust them back. To catch me when I fall, to hold me when I fly
to high.
And my God. Another bigger reason. Atheist may say I’m crazy, to believe in
something I never know and I never see. But
should it be seen when I feel it everywhere.
When I know, everywhere I go, whatever I did wrong, I could always be
forgiven and I would guided to find my way back. Faith.
I hope it would never go away.
Tak usah kita pikirkan ujung
perjalanan ini.
Saat saya memutuskan melangkah
keluar dan meninggalkan tempat yang mendewasakan saya selama tiga tahun
terakhir, saya hanya menerima, menerima apapun yang dikatakan orang lain. Menerima apa yang mereka pikirkan, menerima
takdir yang menuliskan demikian.
Tiga tahun itu, yang diwarnai
dengan begitu banyak pelajaran yang berarti. Perjumpaan, perpisahan, persahabatan, pertengkaran, tawa, air mata, kebencian, pengkhianatan,
dan cinta. Manusia dengan sifatnya
masing-masing. Manusia dengan
kepentingannya masing-masing. Manusia dengan
hati yang berwarna-warni. Kadang putih,
kadang hitam, kadang abu-abu. Sungguh banyak
yang telah saya lihat.
Dan ketika saya harus pergi, saya
akan pergi dengan hati yang lapang. Dengan
rasa lega karena hati saya telah berkata cukup, dan seperti kata-kata dari
seorang sahabat “sudah saatnya kamu mencari kebahagiaan di tempat yang lain.”
Thanks to Aulia Rachman, for those last words in the note.
Sabtu, 14 Juli 2012
Bahagia itu Sederhana
Untuk Angelia Nilda Rianti, yang menuliskan judul di atas di
salah satu status Facebooknya.
Bahagia itu sederhana
Ya kan,
Sesederhana angin yang menerpa wajah saat dibonceng di atas
sepeda motor
Sesederhana semburat senja di langit sore
Sesederhana wangi
tanah yang tersiram hujan
Sesederhana taburan bintang di langit malam yang dengan
bebas bisa kau pandangi
Sesederhana lukisan Cumullonimbus yang berarak seperti
gumpalan kembang gula raksasa
Atau mungkin lebih sederhana,
Sesederhana gelak tawa teman-teman saat kau melontarkan
sesuatu yang lucu tanpa sadar
Sesederhana menonton acara kuis di tengah-tengah ruang tivi
bersama keluarga
Sesederhana aroma nasi goreng buatan Ibu
Sesederhana harum kopi Bapak
Bahagiaku lebih sederhana
Sesederhana memandangi fotomu dan ikut bahagia untuk
kebahagiaanmu
Sesederhana kata “Bahagia” dan “Sederhana” itu sendiri.
If only happiness always that simple..
Minggu, 24 Juni 2012
Apa yang Aku Lakukan Ketika Kurindu..
Aku melihat laut,
karena hal itu yang dulu kau katakan padaku
karena kecintaanmu pada laut
dan laut akan membawamu padaku
Aku membaca pesanmu
menelusuri setiap abjad yang tertulis disana
dan membayangkan ekspresimu
saat mengucapkannya langsung
Aku mendengarkan lagu
yang dulu pernah kau nyanyikan untukku
dan berharap suaramu yang mengalun
menghiburku
and then,
when I miss you
I just close my eyes
and I'll see you...
karena hal itu yang dulu kau katakan padaku
karena kecintaanmu pada laut
dan laut akan membawamu padaku
Aku membaca pesanmu
menelusuri setiap abjad yang tertulis disana
dan membayangkan ekspresimu
saat mengucapkannya langsung
Aku mendengarkan lagu
yang dulu pernah kau nyanyikan untukku
dan berharap suaramu yang mengalun
menghiburku
and then,
when I miss you
I just close my eyes
and I'll see you...
Langganan:
Postingan (Atom)
